Rabu, 22 Oktober 2014

Cerbung : Missing Piece ( Bagian yang hilang ) Bag.1




“Aku tidak tahu bagaimana dan mengapa..”
“Aku merasa berbeda di matamu..”
“Matamu melihat segalanya..”
“Tanpa satu kata pun..”


Flashback
Lidah Alika terasa kelu,kedua matanya terasa mengabur perlahan tapi  pasti matanya mengeluarkan tetesan air mata. Badannya terasa  limbung dan kepalanya mendadak pening.semua itu karena Alika mendengar kata perkata yang keluar dari bibir Kelvin.
“Aku ingin Kita berakhir sampai disini saja.” Kelvin memandang datar pada Alika.
Kelvin pergi
“...” Alika hanya bisa diam mematung memandang punggung Kelvin yang semakin lama semakin menghilang dari jangkauan matanya.
 _______________________________________________________
3 Tahun kemudian...
 “Fashion Wanita tahun ini menonjolkan paduan warna pastel yang lembut  dan desain yang tidak terlalu memperlihatkan bagian tubuh .” Wanita berambut coklat tua panjang bergelombang itu terlihat sedang menerangkan rangkaian rencana desain bajunya pada seluruh pengamat fashion.
“Bagaimana caranya agar desain Anda di akui oleh Fashion nasional,sedangkan Anda sendiri mengusung konsep yang menurut  saya agak usang.”  Kata Wanita paruh baya yang memakai kacamata hitam.
“Konsep desain perusahaan Kami adalah “Luxurious and Pure” maksud dari tema itu adalah fashion yang terlihat mewah dan anggun namun tidak melupakan kesopanan dalam berpakaian. Perusahaan kami juga sudah melakukan survei di pasaran dan sebagian besar menyukai konsep yang sudah kami canangkan.”
Konfrensi pers terus berlangsung,tak terasa sudah 3 jam berlalu.Wanita berambut coklat tersebut menghembuskan nafasnya kasar lalu menghempaskan tubuhnya di kursi ruangan konfrensi yang sudah kosong tersebut.jemari lentiknya menyentuh layar smartphone
Wanita itu menoleh kearah seorang Perempuan yang tepat disebelahnya yang tidak lain Sekretaris pribadinya sekaligus orang kepercayaan keluarga Alika.
“Apa Schedule ku selanjutnya Firda.” Tangannya masih sibuk dengan smartphone 5 inch di tangannya.
“Anda tidak punya jadwal apapun setelah ini tapi Tuan besar menelpon tadi dan menyuruh Nona Alika agar menemuinya dirumah.”
“Oh.Kalau begitu tinggalkan Aku disini,Aku tidak bisa tidur di mobil.Aku ingin tidur disini saja.” Alika merebahkan kepalanya di meja tersebut.
“Ti-tidur di ruang konfrensi pers!” Firda terperangah mendengar omongan bos cantiknya ini.
“Hmm,Cepat keluar dari ruangan ini. Aku tidak bisa tidur bila ada Kau disini.” Alika memejamkan matanya dan melepas smartphone yang tadi dipegangnya.
“Ta-tapi Nona-“
“Hanya sebentar,Aku sangat lelah..”
Lihat percuma saja Firda menasihati Nona muda nya tersebut.karena Alika tidak akan pernah mendengarkannya.
“Baik,Saya akan tunggu Nona di mobil.”
“Hmm.”
                                                               _0_

“Eungghh” Alika meregangkan badannya yang terasa pegal karena posisi tidurnya yang memaksakan diri.
Alika belum sepenuhnya sadar,matanya masih terasa mengabur.dengan mata setengah terbuka Alika mengambil Smartphone nya.
“Tadi aku tidur jam 11.20 sekarang sudah jam 11.35,Aku hanya tertidur 15 menit.”
Alika bangun dari kursinya dengan sedikit tidak seimbang,ntah kenapa Alika merasa ada sesuatu yang menyangkut di pundaknya.
“Blazer?” Alika mengambil blazer hitam itu di pundaknya.
“Apa ini milik Firda? Tapi ini blazer pria dan ini bukan wangi parfum yang biasa Dia pakai.” Alika mendekatkan hidungnya dengan blazer tersebut lalu meletakkan blazer hitam itu di lengannya yang putih.

Alika dan Firda sudah berada dalam mobil,keduanya sibuk melihat ke luar jendela.
“Ini...” Suara Alika memecahkan kesunyian diantara mereka. Alika menyodorkan blazer hitam itu.
“Eh?” Firda menatap bingung Alika.
“Ini milikmu kan ? Ini aku kembalikan..”
“Tapi ini bukan milik Saya. Nona” Firda menggelengkan kepalanya pelan.
“Kau tahu ini milik siapa? Karena ada yang memakaikan blazer ini saat Ku tertidur.” Wajah Alika terlihat serius menatap Firda.
“Maaf Nona, Aku benar-benar tidak tahu blazer itu milik siapa.” Firda menundukkan kepalanya tidak menatap Alika.
“Oh,Tak apa kalau kau tidak tahu.” Alika tersenyum,suaranya terdengar lembut.
Firda menatap Alika lalu membalas senyuman Alika. Alika sebenarnya adalah orang yang baik hanya saja sedikit keras kepala. Pikir Firda.

                                                           _00_

Tok..tok..tok
“Masuk.”
Alika melangkahkan kakinya lalu duduk di kursi depan meja kerja Ayah nya.
“Ada apa Ayah memanggilku?” Tanya Alika to the point.
Pria tua itu menatap Putri semata wayangnya dengan lekat.
“Bersiaplah 2 minggu lagi Kau akan menikah.”
Alika membelalakkan matanya,menatap                                                                                                                               Ayah nya dengan rasa tidak percaya. Alika menatap Ayahnya sengit.
“Menikah? Umurku baru 22 tahun dan Aku masih belum siap untuk menikah! Aku masih ingin memperluas cakupan bisnis fashion ku ke taraf internasional.” Muka Alika memerah menahan amarahnya dan hembusan nafasnya terdengar tidak teratur.
Pria tua itu menghembuskan nafasnya kasar sudah Ia kira pasti Alika akan menolak.
“Justru itu Ayah ingin ada yang mendampingi Mu untuk mencapai tujuanmu. Kau memang pintar tapi Sifatmu yang ceroboh dan sembarangan Ayah takut Kau akan terjatuh.”
“Aku tidak perlu seseorang untuk mendampingi ku. Aku bisa menjalaninya sendiri.”
“Ini demi kebaikanmu.lagipula Kau tidak akan menyesal nantinya.”
Ayah nya meninggalkan dirinya di ruangan tersebut.

I have day everyday waiting for you..
Darling don’t be afraid..
I haved love you..
For a thousand years..
I love you for thousand more..
 

Alika melepaskan headset dari telinganya.Lalu Ia memijat kepala nya yang terasa pening. Ia merasakan hembusan angin hingga menerpa wajahnya. mencoba mengusir kepenatannya dengan duduk di bangku taman dekat rumahnya.
Alika menundukkan kepalanya tanpa terasa buliran air matanya tumpah. Alika merasa dirinya sangat bodoh walaupun dalam kenyataannya Alika adalah termasuk lulusan terbaik di perguruan tinggi tempat Ia kuliah.
Bukan bodoh masalah otak yang Ia tangisi tapi bodoh dalam masalah hatinya. Pria yang bernama Kelvin itu belum bisa pergi dari tempat utama dalam hatinya. Alika merasa Wanita paling bodoh bahkan jika ada kontes Wanita bodoh, Ia rasa dirinya pantas menjadi juara satu sambil memegang piala besar yang terbuat dari emas.
Kenyataan nya Alika di buang begitu saja oleh Kelvin.memang terdengar kasar tapi itulah kenyataan nya. Alika masih sangat mencintai Kelvin.
Alika mengusap air matanya lalu menoleh ternyata ada seorang pria di sampingnya. Pria itu memakai topi hitam dan menggunakan masker.
Pria itu memberikan sapu tangan pada Alika. Alika menatapnya bingung tapi Alika tetap mengambil sapu tangan tersebut.setelah Alika memegang sapu tangan itu Pria itu pergi berlalu.
Ketika Alika mengusap air matanya menggunakan sapu tangan tersebut Alika membelalakkan matanya. Sapu tangan ini tidak asing baginya. Ini sapu tangan yang Ia rajut untuk Kelvin di sana terdapat rajutan kata “By: Alika.” .dan wangi sapu tangan ini tidak berubah tetap wangi parfum favorit Alika yaitu The Body Shop-Musk.
“Jangan-jangan..” Badan Alika sedikit bergetar.
Alika langsung berlari berusaha menemukan Pria bertopi tadi, Alika melihat seorang pria memakai topi tadi. Alika langsung menarik lengan Pria itu.
“Kelvin!!”
Alika membuka topinya namun ternyata itu bukan Kelvin.
“ Maaf,Saya kira Anda teman Saya.”
“Ya,tidak apa-apa.”
Dengan langkah lesu Alika berjalan pulang kerumah.   

                                                                      _000_

“Nona Alika,Anda dari mana saja? Nona kenapa wajahmu murung?” Pertanyaan bertubi-tubi di lontarkan oleh Firda.
“Aku habis dari neraka.” Jawab Alika asal-asalan lalu merebahkan tubuhnya ke ranjang king size nya.
“Eh?”  Firda mengernyitkan dahinya tanda Ia tidak mengerti.
“Nona habis ini Anda harus-“
“Aku punya satu pertanyaan untukmu.” Alika bangun dari posisinya lalu menyilakan kakinya.
“Apa Nona?”
“Bisakah Kau berhenti memanggilku Nona? Kau seperti sahabatku, Kau selalu bersamaku dari kecil. Kemanapun Aku pergi Kau selalu berada disisiku.bisakah Kau memanggil namaku tanpa ada embel-embel Nona? ”
“Itu tidak terdengar sopan Nona, Tuan dan Nyonya teramat baik pada Saya. Saya di biayai sekolah oleh Tuan dan Nyonya bahkan sampai kuliah lagipula Saya sangat menghormati dan menyayangi Nona.Nona tidak perlu khawatir soal itu.”
“ Kau bilang menyayangiku kan ? Tapi Kau tak mengabulkan permintaan Ku sekecil ini. Aku tak percaya kata-katamu!” Alika mengerucutkan bibirnya dsn menggembungkan  seperti anak kecil.
Firda bingung Apakah Ia harus mengabulkan permintaan Nona nya itu atau tidak.tubuhnya bergerak ke sana kemari sambil mengacak rambutnya.
Alika tersenyum geli melihat Firda kebingungan, Ekspresi dan kelakuan Firda tak pernah berubah dari kecil. Firda seperti kakak untuk Alika.tak mau ketahuan Ia sedang mengerjai Firda. Alika mengulum senyum.
“Baiklah,Saya akan mengabulkan permintaan Nona.tapi dengan syarat.”
“Apa syaratnya?”
“Nona berjanji tidak berbuat aneh-aneh lagi dan...”
“Dan?”
“Nona harus makan es krim denganku di kedai eskrim sekarang juga!” Ekspresi muka Firda seperti mengajak anak kecil bermain,begitu lucu.
“Yayaya” Alika tersenyum melihat tingkah laku Firda.

                                                                     _0000_

Disisi yang lainnya,Ruang kerja Ayah Alika.
“Ku harap nanti Kau selalu menjaga dan menyayangi Alika ” Ayah Alika terlihat berbicara dengan pria berperawakan tinggi tersebut.
“Pasti,Ayah tak perlu khawatir soal itu.” Pria itu tersenyum hingga menimbulkan lesung pipinya.
“Alika itu kadang keras kepala tapi sebenarnya Ia Anak yang baik dan manis.”
Pria itu hanya mengulum senyum mendengarkan kata-kata Ayah Alika.

To be continue..









Rabu, 08 Oktober 2014

Qurban (Visualisation Of Islamic) - MAN 18 Jakarta Story


                                         (Foto kegiatan Idul Adha di MAN 18 Jakarta)

Hari Raya Idul Adha atau bisa disebut hari Idul Qurban,Identik dengan Sapi,kambing maupun Unta (Untuk di arab saudi). Tujuan dari Qurban sendiri adalah untuk menghilangkan sifat hewani yang ada pada diri manusia. Berawal dari kisah Nabi Ibrahim AS yang ingin mengorbankan anaknya sendiri yaitu Nabi Ismail AS.

Nabi Ibrahim AS diperintahkan oleh Allah SWT untuk menyembelih anaknya sendiri.ketika Nabi Ismail AS ditanyakan apakah Ia rela disembelih atas perintah Allah SWT.Beliau menjawab “Demi Allah SWT. Aku rela di sembelih bila itu kehendak Allah swt.” Ketika Nabi Ibrahim AS hendak menyembelih Nabi Ismail AS.Nabi Ismail AS digantikan dengan seekor kambing oleh Allah SWT.Itu adalah Asal usul dari Perayaan Idul Adha.

“Allahu Akbar,Allahu Akbar,Allahu Akbar Laa Ilahaillah..”  Lantunan Takbir menggema di seluruh penjuru.

Kali ini saya akan menjabarkan kegiatan Idul Adha di sekolah saya mulai dari Awal Sampai Akhir.


Keberhasilan Idul Adha di MAN 18 Jakarta  tidak lepas dari bantuan dari semua pihak entah itu murid,staff pengajar,panitia maupun pegawai.Semua berjalan mulus seperti seharusnya.
Sebelum perayaan Idul Adha di mulai,Semua murid,Guru dan para pegawai berkumpul dilapangan untuk berdoa agar perayaan Idul Adha berhasil.
Jauh-jauh hari para murid mencicil uang qurban sebesar 60.000 RP untuk membeli hewan dan Alhamdulillah terbelilah 3 sapi dan 4 kambing.Panitia bertugas mendata murid-murid yang harus mendapat daging kurban dan mendata masyarakat sekitar lingkungan sekitar MAN 18 Jakarta. Para guru dan Staff membantu mengarahkan panitia sekaligus membantu dalam proses pemotongan hewan Qurban.
Penerima hewan Qurban di beri semacam nomor jatah daging dari sekolah yang dapat langsung diambil disekolah. Perayaan Idul Adha berjalan mulus dan tanpa kendala sedikit pun di Man 18 Jakarta

"Islam adalah agama yang mengajarkan tentang indahnya berbagi pada sesama umat manusia."