Sabtu, 20 September 2014

I Lost You

                                                                  
Tiap langkah terasa berat bagi Rafa,kenangan bersama Salia selalu berputar berputar di kepalanya. Salia wanita yang selalu tersenyum dengan tulus padanya dan Salia lah yang selalu memberikannya kasih sayang walaupun dengan cara yang menjengkelkan.
Rafa berhenti di depan laut,merasakan hembusan angin laut.dan tanpa terasa bulir air matanya jatuh di pipinya. rasanya Rafa ingin menjatuhkan dirinya dalam gelombang laut dan hanyut entah kemana. Rafa membungkukkan dirinya lalu mengambil sebuah kerang putih. Rafa memejamkan matanya sambil memandang lekat pemandangan laut yang indah.

Flashback

“Rafa!Rafa!Rafa!” Salia mengejar langkah Rafa dengan kaki mungilnya.
Suara cempreng dan hampir membuat kuping Rafa berdengung karnanya yang amat dia kenal. Rafa memutar badannya malas menghadap Samia.
“Jangan menggangguku.” Nada suara Rafa yang datar dan rasa tidak suka karena kehadiran Salia yang menurutnya sangat mengganggunya.
Salia tidak terpengaruh dengan nada suara Rafa malah menunjukkan cengiran aneh pada Rafa. Rafa melihatnya sebal lalu berniat meninggalkan Samia.tiba-tiba sebuah tangan putih menahan lengannya.
“Kenapa kau selalu menghindariku?” Salia menahan lengan Rafa,
“Karena Kau seperti pengganggu,itu membuatku risih karena kau terlihat seperti menyukaiku.Kau itu bukan tipeku kau tahu kan?.” Rafa menepis tangan Salia lalu meninggalkan Samia yang mematung sendirian di dekat lautan yang luas.


Flashback end

Rafa melangkahkan kakinya pergi dari pantai. Dan berjalan menuju taman tidak jauh dari sana.ketika Rafa berjalan Ia melihat sepasang kekasih duduk di kursi taman tersebut. Rafa menatap bangku taman itu dengan tatapan kosong.

Flashback
 
Rafa duduk di sebuah bangku taman sambil mendengarkan lagu memakai headset sambil membaca sebuah buku novel. Rafa tenggelam dengan keasyikkannya tanpa menyadari ada seorang gadis bergaun pink dengan pita di pinggangnya duduk disebelahnya.
Ya gadis itu adalah Salia. Salia menoleh kearah Rafa yang tidak menyadari ada Ia di sampingnya. Salia tidak berniat menggangu Rafa yang sedang menikmati novelnya dan hanya duduk disampingnya. Salia meletakkan tempat makan berisi kue coklat lalu pergi meninggalkan Rafa sendirian.
Tak berselang lama Rafa melepaskan headset nya lalu melangkahkan kakinya untuk pergi. Langkah Rafa terhenti ketika melihat kotak makanan warna pink. Rafa mengambil kotak makanan itu.ternyata diatasnya ada secarik kertasnya. Disana tertulis:
 ”Makanlah kue itu,Aku susah payah membuatnya untukmu.-Salia-“
Rafa kembali duduk di bangku taman itu lalu membuka tutup tempat makanan itu dan menyuapkan kue itu ke mulutnya.rasanya cukup enak untuk ukuran pemula dalam hati Rafa.
Flashback End

Rafa melangkahkan kakinya meninggalkan taman menuju rumahnya.ketika di  depan etalase toko aksesoris di pinggir jalan.matanya menangkap sebuah kalung perak berliontin krystal hijau dipajang di dalamnya.hatinya terasa sangat nyilu kali ini dan air matanya kembali mengalir.wajah Salia kembali menghantuinya.wajah yang sangat dirindukan Rafa,


Flashback
“Rafa,kemarin kau memakan kue yang kutinggalkan di bangku taman.”tanya Salia
Saat ini Rafa dan Salia berada diatas loteng sekolah mereka. Rafa menoleh kearah Salia.
“Ya.”Jawab Rafa sekena nya.
“Aku minta imbalan,Kau kan sudah memakannya jadi berikan aku imbalannya.”  Salia “menodong “ Rafa dengan cara membuka telapak tangannya di wajah Rafa.
“Kenapa Aku harus memberimu imbalan?” Rafa mengernyitkan alisnya.
“Berikan imbalanku atau akan Ku ganggu Kau setiap hari hingga kau memberikan imbalanku.”
Salia pergi lalu menuruni loteng sekolah meninggalkan Rafa sendirian.

Bel pulang sudah berbunyi,Rafa akhirnya turun dari loteng itu lalu berjalan pulang.ketika di jalan Rafa melihat sebuah kalung perak ber liontin kan krystal hijau. Rafa masuk lalu membeli kalung tersebut.
Esoknya...
Padi-pagi sekali Rafa berangkat dari rumah namun tidak langsung berangkat kesekolah tapi Rafa malah membelokkan kakinya pergi kerumah Salia dan menunggu Salia keluar.
Pagar rumah Salia tiba-tiba berdenyit ternyata Salia yang membukanya.
“Rafa! Kau membuat ku kaget saja.” Salia memegang dadanya menandakan Dia kaget.
“Ini imbalanmu,setelah itu enyahlah dari hadapanku.” Rafa melemparkan sebuah kotak kearah Salia lalu pergi begitu saja.

Flashback end


Rafa meninggalkan toko itu lalu melangkahkan kakinya hingga bayangannya menghilang meninggalkan kalung itu yang masih terpajang di etalase toko.toko itu bagaikan saksi bisu perjalanan cinta nya dengan Salia.
_oo_

Suasana kelas begitu ramai karena hari ini diadakan rapat dadakan yang membuat banyak guru absen dari jam belajar walaupun masuk paling hanya memberikan tugas.
Rafa memandang meja dan kursi di sebelah kanan nya.ya itu kursi milik Salia.biasanya Salia akan mengganggunya saat tidak ada guru.seperti menarik headset Rafa atau berbicara pada Rafa namun tidak ditanggapi oleh Rafa bahkan Salia tidak segan mengambil alat tulis Rafa agar Rafa menoleh atau berbicara padanya walaupun Rafa berbicara padanya dengan nada dingin dan tidak suka padanya.bukan Salia namanya kalau Ia takut pada Rafa.
Namun sekarang kursi dan meja itu tidak mempunyai pemilik.kursi dan meja itu seperti saksi bisu momen mereka. 

Flashback

Seharian ini Salia tampak diam dan tidak menggangu Rafa sama sekali dan hanya merebahkan kepalanya di atas meja,tidak seperti biasanya.Rafa merasa ada yang aneh namun pikiran itu dia tepis.bukannya bagus jika Salia tidak mengganggunya kan?
Satu,hingga dua jam Salia masih tidak merubah posisinya tetap seperti itu. Rafa merasa ada yang tidak beres. Rafa bangkit dari tempat duduknya lalu berjalan kearah meja Salia lalu menggoyangkan bahu Salia.
“Salia...”
“....”tidak ada jawaban.
“Salia?” Rafa mulai khawatir.
“...” masih tidak ada jawaban.
“Hey! Salia bangun!” Rafa berteriak hingga semua murid menujukan perhatiannya pada Rafa.
Rafa mengguncangkan badan Salia sehingga tubuh Salia hampir terjatuh namun Rafa segera menangkapnya.
Salia pingsan,semua murid panik.kini Salia ada di gendongan Rafa.beberapa orang murid ingin membawakan tandu namun Rafa malah bilang..
“Terlalu memakan waktu,Aku akan membopongnya sendiri ke ruang kesehatan.”
Rafa meninggalkan kelas sambil membopong Salia.
Semua murid menganga melihatnya,Alasannya karena Rafa tidak pernah terlihat se-khawatir itu pada siapapun ataupun perduli pada sekitarnya. Rafa benar-benar minim ekspresi.
_000_
Rafa menunggui Salia yang terbaring pingsan di UKS.tangannya menggenggam erat tangan Salia yang dingin seolah tak mau melepaskannya sedetik pun.
“Lebih baik kita bawa Salia kerumah Sakit saja.” Petugas UKS dan 2 orang guru menghampiri Rafa yang duduk di samping Salia.
“Ya,itu lebih baik.” Rafa menganggukkan kepalanya.
Rumah sakit
Rafa,Mr Doni dan Ms.Annie menunggu di depan UGD rumah sakit.Mereka menunggu Dokter keluar.
“Dimana wali dari Salia Ariska?” Dokter tersebut akhirnya keluar juga.
“Ya saya guru dari Salia.” Mr.Doni menghampiri Dokter.
“Dimana orang tua nona Salia?Saya butuh berbicara pada mereka.”
“Orang tua Salia meninggal minggu lalu,Dok.Saya orang tua angkat dari Salia.” Ms.Annie menghampiri dokter itu.
Sedangkan Rafa memilih mengintip jendela di pintu UGD tersebut.
“Begini Bu,dari catatan Rumah Sakit.Nona Salia pernah memeriksakan dirinya ke Rumah sakit ini sekitar 3 bulan yang lalu dan ternyata Nona Salia mengidap penyaki Kanker Darah yang sangat ganas.”
Rafa menoleh ke belakang lalu menghampiri Dokter,
“A-apa kanker darah! Sa-salia ti-tidak mungkin...” Badan Rafa bergetar. Bagaimana caranya gadis itu menyembunyikan penyakin segitu parahnya tanpa ketahuan siapapun?
“Tidak mungkin!” Ms.Annie menangis dan berteriak kencang.

Tiba-tiba Suster keluar dari ruangan Salia menghampiri Dokter.
“Pasien sudah bangun Dok,dan Ia terus memanggil orang yang bernama Rafa.”
Tanpa pikir panjang Rafa masuk  ke ruangan Salia.
“Rafa..” Suara terdengar lemah,
“Ya ini Aku.” Rafa memegang tangan Salia yang hampir seperti Es.
“Aku mau bilang kalau Aku men-“
“Aku juga mencintaimu Salia.maafkan Aku yang terlalu Jahat padamu.Aku sangat mencintaimu...Sangat.” Rafa menahan Air matanya.
“Ku kira Kau membenciku.”
“Kau salah besar Salia,maafkan aku karena ke egoisanku tidak mau menyatakan perasaanku padamu pasti membuat mu terluka.”
“....” Salia terdiam mendengar penuturan Rafa.
“Tetaplah di sisiku Salia dan jangan tinggalkan Aku.” Rafa memeluk Salia yang masih terbaring. Salia membalas pelukkan Rafa.
“Ya,Aku akan tetap disisimu selamanya.” Salia membelai rambut Rafa pelan.
Namun perlahan tapi pasti pelukkan Salia mulai mengendur di tubuh Rafa dan menghembuskan nafas terakhirnya di sana.
Rafa menangis sejadi-jadinya,hatinya serasa berdarah-darah.Salia meninggalkannya untuk selamanya.tapi tadi Salia bilang Ia akan disisi Rafa selamanya.


Flashback End

_ooo_

Sepulang sekolah Rafa langsung berjalan kearah pemakaman Salia,ditangannya terdapat sebuket bunga mawar putih kesukaan Salia.jangan tanyakan dari mana Rafa tau bunga kesukaan Salia padahal Ia tidak pernah memberikan Salia bunga. Salia selalu bercerita padanya walau terlihat Rafa tidak memperdulikan Salia berbicara tapi ternyata setelah Salia pergi dari hadapannya.Rafa selalu mencatat di buku khusus tentang Salia.di sana terdapat foto-foto Salia yang Rafa ambil diam-diam dan semua tentang Salia.
Rafa tiba di makam Salia lalu menaruh buket bunga itu di nisan Salia.
“Aku membawakanmu bunga mawar putih kesukaan mu.”
“Dan ini buku semua tentangmu bahkan foto-fotomu yang kuambil diam-diam,Buku ini bukti aku selalu memperhatikanmu.” Rafa menaruh buku bersampul putih di makam Salia.
“Kau berjanji tidak meninggalkanku,tapi nyatanya..” Rafa tersenyum perih.
“Aku merindukanmu,Kau tau Setiap hari Aku hidup dengan Segala sesuatu tentang dirimu begitu menyakitkan.” Rafa meneteskan air matanya.
Rafa bangun lalu meninggalkan makam Salia.


Rafa berjalan dengan fikiran kosong,tangannya Ia masukkan kedalam saku celananya.


“Rafa...” Suara yang terdengar familiar di telinga Rafa.
Rafa mencari sumber suara itu dan menemukan sosok aneh di seberang jalan.
“Salia!” Rafa berlari keseberang jalan
Tiba-tiba....
Tinnn !! Braakkkk !!!
Rafa menutup matanya namun anehnya Ia tidak merasa kesakitan. Rafa segera bangkit dan berlari kearah Salia.
“Salia? Ini Kau?” Rafa memegang pundak Salia.
“Ya.” Salia hanya tersenyum.
“Kau belum meninggal?”
Salia hanya tersenyum lalu menunjukkan sosok tubuh yang ada di pinggir mobil.
Rafa mendekat kearah tubuh itu dan ternyata itu adalah dirinya! Kemeja putihnya sudah bersimbah darah.
Salia menghampiri Rafa yang masih terkaget dan menggenggam tangan Rafa
“A-aku sudah meninggal?“
“Ya.”
“Jadi kita adalah-“
“Ya.” Salia menyela lagi.
“Aku menepati janjiku padamu untuk berada di sisimu bahkan sampai Aku dan Kamu mati.”

Rafa tersenyum lalu menggandeng Salia pergi.Sosok mereka berdua hilang entah kemana.yang pasti mereka bahagia bisa bersama-sama.

"Cinta mereka tidak bisa di pisahkan oleh maut.Inilah pembuktian dari kata-kata Love until Dead."

                                                           
                                                            The End





Jumat, 19 September 2014

Protect My Love 3-Cerpen Series


Protect My Love 3

_00_

“Past perfect tense adalah ungkapan dari aktivitas yang selesai sebelum aktivitas yang lain terjadi.” Sena menjelaskan materi Bahasa inggris pada Sam.
“Hmm” Sam hanya bergumam tanda mengerti.
“Example:My Parents had already eaten by the time i got home.”
“Mengerti kan?”
“Ya.”
“Coba kerjakan soal ini.” Sena menyodorkan buku tulis bersampul Dark Blue yang cukup tebal dan lumayan besar.buku itu khusus untuk menulis latihan-latihan soal buat Sam.
Sena sengaja memasangkan buku tersebut dengan sampul warna Dark Blue.karena hampir semua barang yang dipakai Sam itu berwarna Dark Blue.
Sam mengerjakan soal bahasa inggris yang diberikan Sena dengan serius.
Sena meneliti wajah Sam yang sedang serius, Sena baru menyadari kalau wajah Sam hampir tidak berubah saat Sam umur 7 tahun.ekspresi wajahnya dan matanya sama sekali tidak berubah hanya Sam bertambah keren dan semakin tampan.
Sena melemparkan pandangannya keluar jendela menatap kaktus yang tertatanam dalam pot besar,ya Sena sekarang Sena berada di rumah Sam.alasannya adalah tempat kerjanya letaknya dekat dengan rumah Sam.

Flashback

“Hadiah untuk mu.”tangan kecil Sena menggenggam sebuah pot tumbuhan kaktus.
“Untuk apa? Aku tidak ulang tahun hari ini.” Sam kecil menggaruk kepalanya kebingungan.
“Anggap saja ini rasa terima kasih ku padamu karena telah menolong ku kemarin.”
“Ah,tidak usah. Aku tulus menolongmu Sena.”
“Kumohon terima kaktus ini, Aku ingin kau merawat kaktus ini sampai tumbuh besar.”
Sam mengambil pot tersebut dari tangan Sena.lalu menatap tumbuhan kaktus tersebut.
“Tumbuhan yang lucu.” Sam kecil menatap antusias pada kaktus tersebut.
“Terima kasih Sena.” Sam tersenyum,lesung pipinya tercetak jelas membuatnya terlihat manis.
“Sama-sama,Ayo kita main sama-sama disana!” Sena menunjuk ayunan di taman seberang.
“Hmm!” Sam menganggukkan kepalanya.


Flashback End

Memikirkan itu membuat Sena tersenyum sendiri sehingga mengundang perhatian Sam.
“Kau gila? Tidak ada yang lucu disini.” Sam mengangkat sebelah alisnya dan memandang Sena heran.
“Enak saja,Aku tidak gila!” Sena memukul lengan Sam.
“Sakit!” Sam mengusap lengannya pelan.
“Itu pembalasanku,karena Kau telah menjitakku waktu itu!”
“Ternyata Kau tipe pendendam.” Sam tersenyum meledek.
Sena memutar kesal kedua bola matanya, Sam benar-benar menyebalkan.
“Cepat selesaikan soalnya, Aku ingin berbicara denganmu.” Sena berbicara pada Sam namun mata Sena tertuju pada buku paket bahasa inggris yang dipegangnya.
“....” Sam menoleh kearah Sena namun langsung menaruh kembali perhatiaannya pada buku soalnya. Sam cepat-cepat menyelesaikan soalnya karena Sam penasaran apa yang dibicarakan Sena.

Sena dan Sam sekarang berada di teras rumah Sam lebih tepatnya didepan tumbuhan kaktus milik Sam.
“Kaktus ini-” Omongan Sena terpotong.
“Ya,itu dari kau.” Sam memasukkan tangannya kedalam saku celananya.
“Kau mengenaliku? Sejak kapan?”
“Sejak bertemu denganmu pertama kali di sekolah.Kau menjatuhkan buku diari mu.” Sam mengeluarkan buku kecil berwarna Soft lavender dari saku dalam jaketnya.
“Ka-kau membaca tulisanku!” Sena mengambil dari tangan Sam.
“Masih untung tidak hilang! Kau ini benar-benar..”
Pipi Sena merona merah menahan malu.bagaimana jika Sam membaca diari nya? Pasti Sam akan mengejeknya.
“Aku hanya melihat foto masa kecilmu di halaman paling depan jadi tenang saja.dan juga karena foto itu aku bisa mengenalimu.” Sam menjawab dengan tepat seakan dapat membaca pikiran Sena.
“Bagaimana persiapanmu untuk besok berangkat ke Amerika sudah selesai Packing ?” Sam menatap kearah Sena
“Aku tinggal hanya membeli snack.”
“Kau tahu di list acara tercantum dansa berpasangan?”
“Ya,Aku akan tetap tinggal di kamar hotel sampai acara itu selesai.”
“Kenapa?”
“Aku tidak punya pasangan untuk dansa dan lagi pula aku tidak punya Dress untuk pesta.”
“Hmm.Kau mau berdansa dengan ku disana?” Sam menatap kearah mata Sena.
“Ti-tidak mau, Aku kan sudah bilang Aku tidak punya Dress untuk dansa.” Sena gelagapan ditatap Sam seperti itu.
“Jadi hanya itu?ikut Aku!” Sam menarik lengan Sena menuju mobil lamborgini hitam miliknya.
Sena mencoba melepaskan tangannya dari genggaman Sam,namun usahanya nihil.memang dimanapun wanita selalu kalah dalam soal tenaga.

__________________________________________________________________________-

Sam sedang menyetir dan fokus pada jalan raya sedangkan Sena sedang cemberut disamping Sam yang menyetir.
“Kau kenapa?” Sam berbicara namun matanya tetap fokus pada jalan.
“Kenapa?! Kau bilang ”kenapa?” Kau menyeretku paksa kedalam mobilmu!” Muka Sena memerah karena marah.
“Jangan berisik.Aku sedang menyetir.”
Sena memilih diam dan menolehkan wajahnya keluar jendela.







To be continue.


 




Sabtu, 13 September 2014

Protect My Love 2-Cerpen Series



“Bagaimana rasanya enak?” Sena menatap Sam yang sedang mengunyah Cheesecake.
“Enak dan komposisi kejunya sempurna.” Sam menjelaskan apa yang ia rasa pada Cheesecake itu.
“Syukurlah,kalau Kau suka Cheesecakenya.” Sena tersenyum manis.
“Kalau kau sudah selesai makan segera pulang,Aku harus tetap disini untuk menunggu waktu kerja.” Sena menopang dagunya dengan telapak tangannya,
“Kau tidak lelah? Pulang lah dulu dan istirahat sebentar.”
“ Itu pemborosan,kalau Aku pulang lagi pasti mengeluarkan biaya untuk transportasi.” Sena merebahkan kepalanya di meja.
“Aku yang akan membayar ongkos mu,Kau harus istirahat Sena! Jangan keras kepala !”Suara Sam mulai meninggi dan terdengar marah.
“Tunggu sebentar! marah? Apa alasan Sam marah pada ku ?“Dalam hati Sena keheranan.
“Kenapa Kau jadi marah Sam ?“ Sena mengankat kepalanya dari atas meja dan menatap Sam keheranan.
“Aku tidak marah.Aku hanya menasihatimu agar Kau tidak sakit karena jika Kau sakit Aku akan kehilangan hari les-ku” Jawab Sam.
“Ck,Jadi hanya karena itu? Aku bukan tipe orang yang cepat sakit jadi tenang saja.”
“Tapi tetap saja kau pasti akan sakit juga,bagaimana kalau kau ke rumahku ? dari sini hanya jalan kaki selama 10 menit.” Sam menatap Sena mencoba memberikan solusi.
“10 menit dari sini?Jadi kau sudah pernah kesini?.” Sena mengerutkan dahinya.
“Ya,Setiap hari.Kau yang melayaniku setiap Aku membeli kue.bodoh!” Sam menjitak kepala Sena.
“Aww,jangan menjitakku seperti itu Sam!” Sena hendak memukul kepala Sam balik namun Sam langsung menghindar.
“Ayo ke rumah ku dan kau bisa tidur disana,Aku juga sudah ingin tidur sama seperti mu.” Ucap Sam lalu meneguk orange juice di meja.
“Apa!Aku tidak mau tidur bersamamu!.” Sena melipat kedua tangannya untuk melindungi tubuhnya.
“Kau pikir aku akan tertarik dengan tubuh seperti papan setrika an sepertimu?itu terlalu mustahil!” Sam tidak terima akan tuduhan Sena.
“Lalu?Apa maksudmu.”
“Ck.Kau tidur di kamar tamu dan Aku tidur di kamar ku sendiri”. Sam mendecakkan lidahnya kesal.
“Maaf ku kira...”
“Kau kira apa?”
“.....” Sena diam tidak menjawab.ini terlalu memalukan untuk diungkapkan.
“Ya sudah ayo.”

__________________________________________________________________________


Sena dan Sam tiba di depan rumah Sam. Rumah Sam bergaya minimalis dan halaman ditumbuhi pohon-pohon kecil dan bunga seperti mawar,anggrek dan melati.
Namun ada satu tanaman yang menarik perhatian Sena.sebuah pohon kaktus berukuran sedang yang tertanam di situ.
“Ada apa?” Sam bertanya pada Sena.
“.....” Sena tidak menggubris pertanyaan Sam.
Kaktus itu terlihat sangat familiar.Kata Sena dalam hati.
“Tidak.” Sena menggelengkan kepalanya.

   
“Minumlah.” Sam menyodorkan jus jeruk kehadapan Sena.
“Kamar tamunya disana.” Sam menunjuk pintu kayu jati berwana coklat sisi kiri ruangan.
“Aku mengantuk,Aku keatas dulu kamarku disana.”
“Dimana orang tuamu?Aku harus izin dulu pada Ayah atau Ibumu.” Sena menatap Sam.
“Tidak perlu,Mereka tidak ada dirumah.”
“Oh,Mereka sedang pergi?” Tanya Sena.
“Ayah dan Ibuku sudah meninggal sejak umurku 7 tahun.” Sam tersenyum miris.
Sena memandang Sam simpati, Sena merasakan kesedihan Sam karena Sena juga tidak mempunyai orang tua sejak kecil sama seperti Sam.
“Jangan menatap ku seperti itu Sena.” Sam merasa risih dengan tatapan Sena.
“Aku sama sepertimu.” Sena menundukkan kepalanya.
“Kamu lebih beruntung daripada Aku, Kau masih diberi kesempatan 7 tahun untuk melihat Orang Tuang mu dan merasakan bersama Mereka.sedangkan Aku tidak mempunyai kesempatan bahkan seharipun melihat dan bersama Orang tuaku.Ayah ku meninggal saat Ibuku mengandung dan Ibuku meninggal saat melahirkanku.lalu Aku diasuh oleh Nenekku namun 1 tahun yang lalu Ia meninggal.Meninggalkan Ku sendiri,Kenapa Nenekku tidak mengajak Aku saja pergi meninggal kan dunia ini saja.” Sena meneteskan air matanya dan suaranya terdengar bergetar.
Sam terdiam,pasti Sena merasakan beban mental yang berat dan Sam sekarang tahu inilah alasan Sena menjadi orang yang sangat tertutup.
“Jangan menangis.” Sam membelai rambut Sena lembut mencoba menenangkan gadis di hadapannya.
“Aku akan melindungimu.” Sam menekuk lututnya dan mensejajarkan wajahnya dengan wajah Sena.
Sam memeluk Sena mencoba menyalurkan perasaan ingin melindungi diri Sena.pelukan yang sangat tulus untuk Sena
Sena tidak meronta minta dilepaskan kali ini, Sena merasa lelah berdiri tegar sendirian selama ini.ketika Sam memeluknya Sena merasa ada yang berdiri disampingnya.
Sam melepaskan pelukkan pada tubuh Sena,lalu menatap Sena.
“Istirahatlah di kamar karena Kamu harus bekerja nanti.berusahalah agar tidak sakit.”
“Terima kasih.”Sena tersenyum manis walaupun matanya masih memerah karena menangis.
Sam menatap Sena sebentar lalu melangkahkan kakinya ke anak tangga menuju kamarnya di lantai atas.
Sena berjalan kearah pintu kamar tamu rumah Sam,namun langkahnya terhenti ketika melihat beberapa figura yang berisi Foto Sam yang terletak diatas meja marmer putih.
Sena melihat foto Sam yang sedang berfoto dengan kakek dan neneknya yang ada di Amerika,ada juga foto Sam yang berfoto dekat Patung Liberti.namun ada sebuah figura foto yang sangat menarik perhatian Sena yaitu foto Sam saat kecil bersama orang tuanya. Sena mengerutkan dahinya mencoba fokus pada sosok Sam kecil yang ada di foto. Sena memutuskan mengambil figura tersebut lalu melepaskan kacamata tebalnya. Sena makin mengerutkan keningnya mengingat sesuatu.

FLASHBACK

“Dasar Anak yang tidak punya orang tua!.”Segerombolan anak kecil mengerubungi Sena kecil.
“Ayahmu meninggal dan Ibumu meninggal saat Orang tuamu meninggal saat melahirkanmu.benar-benar anak pembawa sial!.”
“Aku bukan pembawa sial!.” Sena berteriak lalu menangis.
“Pembawa sial tetap saja pembawa sial.”
Tiba-tiba ada yang menarik tangan Sena lalu menyembunyikan Sena di belakang tubuhnya.
“Jangan ganggu dia!pergi!” Anak Laki-laki itu berteriak keras mencoba untuk mengusir Mereka.
“Atau Akan kupukul kalian!” Anak Laki-laki itu mengepalkan tangannya dan mengambil ancan-ancang untuk berkelahi.
“Ayo kita pergi dari sini!” gerombolan Anak-anak nakal itu pergi tunggang-langgang.
Anak laki-laki itu mengangkat satu sisi bibirnya membentuk senyuman sinis.
“Mereka sudah pergi.”
Sena kecil menongolkan kepalanya dari belakang tubuh Anak Laki-laki tersebut lalu melangkah kehadapan Anak Laki-laki tersebut.
“Terimakasih atas bantuanmu.”
“Sama-sama.Siapa namamu?”Tanya Anak Laki-laki tersebut.
“Namaku Sena Lumira.panggil saja Aku Sena.”
Anak Laki-laki itu melirik kearah jam nya yang berbentuk kepala Iron Man.
“Ya tuhan,Aku akan terlambat!”
“Besok kita bertemu ditaman ini lagi ya.”
“Baiklah.” Sena tersenyum.
Anak laki-laki itu bergegas melangkah pergi.namun Sena memanggilnya lagi.
“Tunggu jangan pergi dulu! Siapa namamu?”
“Sam.namaku Sam.”

Flashback End

Sena menutup mulutnya yang terbuka dan matanya hampir meloncat keluar.lalu meletakkan Figura tersebut di atas meja marmer.
“Ternyata Anak Laki-laki itu Sam,kenapa Aku tidak mengenalinya dari awal.dasar bodoh!” Sena merutuki dirinya sendiri sambil memukul pelan kepalanya.
“Lebih baik Aku membuatkannya makanan di dapur untuknya lalu pergi kerja.” Sena berjalan kearah dapur lalu mulai memasak.
_________________________________________________________________________________

Sam terbangun dari tidurnya lalu kekamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Sam keluar dari kamar mandi lalu melihat kearah jam dindingnya yang berwarna Pure white.
“Sudah jam 3 sore.lebih baik aku membangunkannya mungkin saja Dia masih tertidur di kamar.”
Sam melangkahkan kakinya keluar kamar lalu menuruni tangga rumahnya.lalu melangkahkan kakinya menuju kamar tamu.
“Sena Kau masih tidur?” Sam mengetuk pintu kamar tersebut namun tidak ada jawaban.lalu Sam membuka pintunya,
“Kosong?” Sam mengedarkan pandangannya kepenjuru kamar.
“Mungkin dia sudah berangkat.” Sam menutup pintu kamar tersebut .
Sam berjalan kearah dapur untuk minum,ketika Sam membuka kulkas lalu matanya menangkap piring berisi Nasi goreng dan selembar note diatas meja.
Sam mengambil lembar note tersebut lalu membacanya.isinya “Maaf Aku pergi tanpa pamit padamu,Aku tidak mau membangunkanmu karena kulihat kau tertidur pulas.Aku sudah membuatkan mu Nasi goreng.makanlah itu.”
Sam tersenyum melihat note yang ditinggalkan Sena lalu duduk dikursi,memakan Nasi goreng buatan Sena dengan lahap,

To Be Continue..

Keep reading guys :)  and please give me comment!


















Jumat, 12 September 2014

Protect My Love 1

Cerpen Series : Protect My Love 1


                                                              
Wanita itu hanya bisa meratapi patung miliknya yang hancur berkeping-keping, di depannya kini ada segerombolan Pria yang sedang menatapnya dengan pandangan mengejek.
“Hei, Perempuan Aneh kau tidak pantas bersekolah disini!“ Ucap seseorang dari mereka.
“Lihat kaca matamu ini! Melihatmu seperti melihat spion berjalan.” Laki-laki itu menarik paksa kacamata yang bertengger di mata wanita itu. Lalu membuang kaca mata wanita itu kesembarang arah setelah itu mereka meninggalkan wanita itu sendirian yang sedang berusaha mencari keberadaan kacamatanya.
________________________________________________________________

Nama Wanita itu adalah Sena, si kutu buku yang selalu bersarang di dalam perpustakaan. Sena menyusuri koridor sekolahnya, sekolahnya sangat luas dan juga berdesain bangunan belanda kuno yang didominasi warna biru. Sena melihat kearah papan pengumuman sekolah di sana tertera jelas di kertas tersebut bahwa sekolah akan mengadakan hari ulang tahun sekolah yang ke 45 tahun yang akan diadakan minggu depan di Amerika Serikat.
Sena mendecakkan lidahnya tidak tertarik sama sekali, disana juga tertulis biaya perjalanan seharga Rp 4.500.000.
“Jalan-jalan selama 3 hari yang tidak penting tapi seharga 3 bulan gaji ku di Toko kue.” Sena bergumam pelan.
“ Bisakah kau minggir”terdengar suara sinis di belakang Sena.
“......” Sena hanya memandang Pria tersebut lalu melangkah mundur .
___________________________________________________________________________________
Kelas sangat gaduh saat ini, ada yang mengobrol dengan temannya, mendengarkan lagu,dan banyak siswi yang membawa “salon” portable. Hanya satu murid yang tetap di tempatnya, siapa lagi kalau bukan Sena.hal yang dilakukan Sena saat ini hanya membolak-balikkan halaman buku matematika.namun pikiran saat ini tidak tertuju pada di buku Matematika sama sekali.

Flashback
"Acara ini wajib diikuti semua murid tidak terkecuali” Mr.Anton menekankan kalimat tidak terkecuali pada Sena.
“Saya tidak punya uang sebanyak itu Mister”Sena memandang Mr.Anton dengan tatapan memohon.
“Saya tidak bisa mengabulkan permintaanmu,ini sudah jadi kebijakan sekolah”Mr.Anton menggelengkan kepalanya.
“Saya permisi Mister” Sena bangkit dari kursi lalu berjalan keluar dengan langkah gemetar.
Sena berfikir bagaimana caranya mendapatkan uang sedangkan uangnya hanya cukup untuk hidupnya 1 bulan saja.
Flashback  End

Tiba-tiba kelas menjadi hening ternyata Miss Irene sudah datang dengan seorang murid baru.
“Perkenalkan dirimu” Miss Irene menunjuk murid laki-laki tersebut.
“Nama Saya Sam Alson,Saya pindahan dari American School” Sam melangkah maju memperkenalkan diri.
Pria bernama Sam itu sangat menawan dengan tubuhnya yang tinggi dan wajahnya sangat tampan. dan tatapannya yang tajam.wajahnya perpaduan Asia dan sedikit eropa nya melengkapi penampilan Pria bernama Sam itu.
Ketampanan Sam membuat seisi kelas gaduh oleh murid wanita yang mengusir teman sebangkunya agar Sam duduk di samping mereka.
Sam mendelik malas,Selalu saja seperti ini pikirnya.Lalu Sam melirik bangku paling depan tepatnya kursi disamping Sena yang kosong.
“Aku mau duduk di samping Wanita berkaca mata itu saja”Sam menunjuk Kursi kosong disamping Sena.
Sena menoleh kedepan kaget sebab dari tadi dia melamun tidak memperhatikan dan sekarang semua murid menoleh kearahnya.
Sam berjalan menuju meja Sena dan duduk disebelahnya. Sena menoleh kearah Sam.lalu mengalihkan pandangan ke depan papan tulis lagi mendengarkan Miss Irene mengajarkan Matematika sampai selesai.
Bel istirahat sudah berbunyi,Sam beranjak dari kursinya.
Tiba-tiba Sena menahan lengan Sam.
“Lebih baik kau duduk ditempat lain” Sena memandang Sam.
“Alasannya?”
“Banyak Murid Perempuan yang ingin duduk disampingmu”
“Lalu?”
“.....” Sena tidak menjawab pertanyaan Sam karena tanpa Sena menjawab pasti Sam akan tahu sebentar lagi.
Sena melepaskan lengan Sam dan beranjak dari tempat duduknya.Lalu keluar dari kelas.
Sam memandang punggung Sena yang semakin lama menghilang dari pandangan matanya.


Kini Sena berada di Perpustakaan sekolah sedang membaca buku biologi.Suasana Perpustakaan sekolah sangat sepi dan jarang sekali pengunjungnya,bahkan sekarang hanya ada 5 murid di perpustakaan padahal perpustakaan ini sangat luas dan dipenuhi buku-buku yang berkualitas.Inilah alasan kenapa perpustakaan menjadi tempat favorit Sena di sekolah. Sena selalu menghabiskan waktu di perpustakaan dan tidak pernah makan dikantin agar menghemat uang jajan nya dan selalu di sini saat bel istirahat.
Tiba-tiba..
“SENA!!” suara yang tidak asing di telinga Sena.
Pemilik suara itu pasti Bella,Wanita yang selalu membully-nya bahkan dulu Bella pernah mengguyur Sena dengan satu ember air penuh.
Kini semua murid pengunjung perpustakaan memperhatikan kearah Sena dan Bella.
“Ikut Aku!” Bella menarik lengan Sena dengan paksa agar Sena mau berdiri mengikutinya.
“Kau tidak lihat aku sedang sibuk?” Sena mengangkat tangannya yang sedang memegang buku.
“Cih,dasar kutu buku! Aku tidak perduli dengan kesibukkan mu,Ikut Aku!!” Bella menyentakkan tangan Sena,mau tidak mau Sena terdiri dan badannya sedikit terhuyung.



“Kita mau kemana? lepaskan tanganku sakit!” Sena terus di seret oleh Bella,Sena berusaha melepaskan cengkeraman tangan Bella namun Bella mencengkram nya terlalu kuat.Sena yakin bahwa tangannya memerah sekarang.
“Diam!Kau harus dapat pelajaran Kutu buku!!” Bella menyeret Sena kearah halaman belakang sekolah.
Bella mendorong badan Sena ke sebuah pohon,lalu dari belakang ternyata teman-teman Bella menunggu di sana.Mereka membantu Bella mengikat tubuh Sena di batang pohon tersebut.Sena meronta-meronta minta di lepaskan,namun apa daya Sena sendirian sedangkan Bella menyerangnya beramai-ramai.

“Hahaha,rasakan !”
“Makanya jangan kecentilan jadi perempuan,mau mendekati Sam ya?”
“Sam hanya cocok dengan Bella”
Teman-teman Bella memandang Sena sinis lalu meninggalkan Bella dan Sena berdua.
“Sudah kuputuskan Sam itu milikku,jadi jangan coba-coba mendekatinya sedikitpun” Bella bertolak pinggang dan memandang remeh Sena lalu beranjak meninggalkan Sena sendirian.
“Aku milikmu? Yang benar saja”Ternyata Sam ada dibelakang tubuh Bella.
“Ss-Sam” Bella menoleh kebelakang dan melihat Sam ada di belakangnya,Mata Bella membulat kaget sekaligus takut.
“Kau pikir Aku mau dengan Perempuan Physicho sepertimu hmm?” Sam menatap tajam sekaligus menatap jijik pada Bella.
“A-Aku ti-tidak –“
“Pergi sebelum Aku menamparmu”
Tanpa menjawab Bella lari pergi melewati Sam,ketika Bella berlari Sam menghalangi jalan Bella dengan merentangkan kakinya sehingga Bella tersungkur di dedaunan.
“Maaf kakiku pegal” Sam tersenyum namun bukan senyum manis yang dia tunjukkan tetapi senyum mengejek.
Bella pun berdiri,mukanya memerah tapi bukan karena tersipu melainkan marah dan merasa harga dirinya sudah di injak-injak oleh Pria yang kini menatapnya remeh.


Sam mendekat kearah Sena dan menatap Sena dengan mimik yang tidak dapat di baca.Sam beranjak ke balik pohon untuk melepaskan ikatan di tangan Sena.
“Terima kasih”suara Sena terdengar serak, Sena sangat ketakutan tadi saat teman-teman Bella mengikatnya namun Sena berusaha untuk tidak menangis.
“Lalu apa imbalannya?”
“Imbalan?” Sena mengerutkan alisnya menandakan dia tidak mengerti ucapan Sam.
“Aku sudah menyelamatkanmu,berikan Aku imbalan” Sam memasukkan telapak tangannya ke saku celananya
“Aku tidak punya uang untuk membayar mu,maafkan Aku” Sena menundukkan kepalanya.
“ Soal itu Aku sudah tahu,Kau bergumam tentang perjalanan sekolah di papan pengumuman koridor sekolah”
Sena menegakkan kepalanya karena mendengarkan ucapan Sam,bagaimana pria itu bisa tahu soal itu.
“Aku berada di belakangmu waktu itu” Sam berkata dengan nada santai.
Sena mengernyitkan jidatnya, Lalu melebarkan matanya Sena mengingat wajah Sam waktu itu.
“Lalu kau mau imbalan apa?” Sena menatap Sam sedikit mendongak karena tubuh Sam yang tinggi.
“Jadilah Guru les ku Sena” Sam menatap Sena menunggu jawabannya.
“Aku tidak mau,yang lain saja” Sena menggelengkan kepalanya lalu menatap Sam.
“Aku akan membayar untuk jasamu mengajari ku ,Bagaimana?” Sam memasukkan telapak tangannya kedalam saku celananya.lalu Sam mencondongkan wajahnya ke depan wajah Sena.
Sena melebar kan matanya ketika wajah Sam sangat dekat dengan wajahnya.wajah Sam sangat rupawan garis hidungnya dan matanya terlihat sempurna menurut Sena.Mata Sena terasa terkunci tak mau kehilangan kesempatan melihat wajah Sam secara dekat.
“Jangan menatap wajahku terus ,cepat jawab”
Sena mengerjapkan matanya tersadar sedari tadi dia memperhatikan wajah Sam tanpa berkedip.
“Jangan terlalu dekat wajahku” Sena mendorong bahu Sam menjauh.
Sena berdehem menetralkan perasaannya lalu menyembunyikan wajahnya yang merah menahan malu karena Sam tahu kalau Sena menatapnya terlalu dalam.
“Akan kupikirkan soal itu” Sena pergi meninggal kan Sam sendirian.
Sam menatap punggung Sena yang beranjak pergi meninggalkan.lalu berkata
“Pikirkanlah sekarang juga,Kau bisa membayar biaya peringatan sekolah kita ke Amerika.Aku tak akan memberi kesempatan kedua” Suara Sam sangat tenang namun terselip nada mengiterupsi langkah Sena secara tidak langsung.
Sena menghentikan langkahnya,tawaran Sam sangat menggiurkan bagi Sena.Lagipula apa ada cara lain untuk Sena membayar biaya ke Amerika dalam jangka waktu 3 minggu sangat mustahil baginya.
“Berapa lama aku jadi Guru les mu?” Sena berbalik kearah Sam.
“Selama yang Aku mau” Jawab Sam enteng.
“Ck,Pria ini sangat semau nya saja”Kata Sena dalam hati.
“Baiklah,Sehabis pulang sekolah jam 12 siang sampai jam 3 sore.” Kata Sena sambil melihat jam berwarna soft pink miliknya.
“Kenapa tidak dari jam 2.30 siang sampai 4.30 sore ? Aku butuh isturahat dulu sehabis pulang sekolah” Ekspresi Sam terlihat keberatan dengan jam les yang ditentukan Sena.
“Jam 3.30 sore Aku bekerja di Toko Kue.Aku tidak bisa Sam!” Sena mengerucutkan bibirnya kesal.
“Ck Apa boleh buat baiklah,Besok akan kuberikan gajimu untuk satu bulan  jadi kau bisa langsung membayar pada sekolah” Kata Sam lalu merapikan jas sekolahnya .
“Aku pulang dulu,Kau hati-hati dijalan” Sam beranjak pergi meninggalkan Sena.
“..........” Sena hanya menatap punggung Sam yang meninggalkannya,
“Sam “ Suara Sena terdengar lembut memanggil nama Sam.
Sam menoleh kebelakang.
“Terima kasih” Sena tersenyum menatap Sam.
“......”Kali ini Sam yang terdiam.
“Terima kasih untuk menolongku dan terima kasih untuk bantuanmu tentang aku menjadi Guru les mu”
“Aku merasa menjadi Guru les mu itu bukan balas budi melainkan menolongku” Sena menatap kearah bawah dan menendang pelan kerikil di dekat kakinya.
“Aku mau mentraktir mu beberapa potong kue di toko” Sena menatap Sam kembali.
“......” Sam tidak menjawab pertanyaan Sena.
Sam hanya menatap Sena dengan tatapan khasnya Tajam namun tatapan tidak Sinis seperti awal pertemuan pertama mereka di depan papan pengunguman waktu itu hingga Sena ketakutan.melainkan tatapan tajam yang membuat kepala Sena pening.
“Ka-kalau tidak mau Aku tidak memaksamu” Sena kelabakan ditatap seperti itu oleh Sam.
“Aku pergi“ Sena melangkahkan kakinya meninggalkan Sam.
“.....” Sam masih tidak menjawab.
Sam menghampiri Sena lalu meraih dan menggenggam telapak tangan Sena erat. Sena membelalakkan matanya.
“Kau harus membelikan ku Cheesecake yang enak”  Sam menengadahkan kepalanya menatap kearah jalanan.
Sena masih membelalakkan matanya lalu menatap Sam, Sena berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Sam. Sam menoleh kearah Sena lalu mengendikkan bahunya dan mengangkat kedua tangannya.
Ekspresi Sam seperti mengatakan “Lihat Aku tidak menyentuhmu kan?”.
Sena mendengus sebal,lalu berjalan mendahului Sam yang berada disampingnya.
Sam tersenyum geli melihat kelakuan Sena yang seperti anak kecil.

To be continue.

Kasih aku saran ya :)