Jumat, 12 September 2014

Protect My Love 1

Cerpen Series : Protect My Love 1


                                                              
Wanita itu hanya bisa meratapi patung miliknya yang hancur berkeping-keping, di depannya kini ada segerombolan Pria yang sedang menatapnya dengan pandangan mengejek.
“Hei, Perempuan Aneh kau tidak pantas bersekolah disini!“ Ucap seseorang dari mereka.
“Lihat kaca matamu ini! Melihatmu seperti melihat spion berjalan.” Laki-laki itu menarik paksa kacamata yang bertengger di mata wanita itu. Lalu membuang kaca mata wanita itu kesembarang arah setelah itu mereka meninggalkan wanita itu sendirian yang sedang berusaha mencari keberadaan kacamatanya.
________________________________________________________________

Nama Wanita itu adalah Sena, si kutu buku yang selalu bersarang di dalam perpustakaan. Sena menyusuri koridor sekolahnya, sekolahnya sangat luas dan juga berdesain bangunan belanda kuno yang didominasi warna biru. Sena melihat kearah papan pengumuman sekolah di sana tertera jelas di kertas tersebut bahwa sekolah akan mengadakan hari ulang tahun sekolah yang ke 45 tahun yang akan diadakan minggu depan di Amerika Serikat.
Sena mendecakkan lidahnya tidak tertarik sama sekali, disana juga tertulis biaya perjalanan seharga Rp 4.500.000.
“Jalan-jalan selama 3 hari yang tidak penting tapi seharga 3 bulan gaji ku di Toko kue.” Sena bergumam pelan.
“ Bisakah kau minggir”terdengar suara sinis di belakang Sena.
“......” Sena hanya memandang Pria tersebut lalu melangkah mundur .
___________________________________________________________________________________
Kelas sangat gaduh saat ini, ada yang mengobrol dengan temannya, mendengarkan lagu,dan banyak siswi yang membawa “salon” portable. Hanya satu murid yang tetap di tempatnya, siapa lagi kalau bukan Sena.hal yang dilakukan Sena saat ini hanya membolak-balikkan halaman buku matematika.namun pikiran saat ini tidak tertuju pada di buku Matematika sama sekali.

Flashback
"Acara ini wajib diikuti semua murid tidak terkecuali” Mr.Anton menekankan kalimat tidak terkecuali pada Sena.
“Saya tidak punya uang sebanyak itu Mister”Sena memandang Mr.Anton dengan tatapan memohon.
“Saya tidak bisa mengabulkan permintaanmu,ini sudah jadi kebijakan sekolah”Mr.Anton menggelengkan kepalanya.
“Saya permisi Mister” Sena bangkit dari kursi lalu berjalan keluar dengan langkah gemetar.
Sena berfikir bagaimana caranya mendapatkan uang sedangkan uangnya hanya cukup untuk hidupnya 1 bulan saja.
Flashback  End

Tiba-tiba kelas menjadi hening ternyata Miss Irene sudah datang dengan seorang murid baru.
“Perkenalkan dirimu” Miss Irene menunjuk murid laki-laki tersebut.
“Nama Saya Sam Alson,Saya pindahan dari American School” Sam melangkah maju memperkenalkan diri.
Pria bernama Sam itu sangat menawan dengan tubuhnya yang tinggi dan wajahnya sangat tampan. dan tatapannya yang tajam.wajahnya perpaduan Asia dan sedikit eropa nya melengkapi penampilan Pria bernama Sam itu.
Ketampanan Sam membuat seisi kelas gaduh oleh murid wanita yang mengusir teman sebangkunya agar Sam duduk di samping mereka.
Sam mendelik malas,Selalu saja seperti ini pikirnya.Lalu Sam melirik bangku paling depan tepatnya kursi disamping Sena yang kosong.
“Aku mau duduk di samping Wanita berkaca mata itu saja”Sam menunjuk Kursi kosong disamping Sena.
Sena menoleh kedepan kaget sebab dari tadi dia melamun tidak memperhatikan dan sekarang semua murid menoleh kearahnya.
Sam berjalan menuju meja Sena dan duduk disebelahnya. Sena menoleh kearah Sam.lalu mengalihkan pandangan ke depan papan tulis lagi mendengarkan Miss Irene mengajarkan Matematika sampai selesai.
Bel istirahat sudah berbunyi,Sam beranjak dari kursinya.
Tiba-tiba Sena menahan lengan Sam.
“Lebih baik kau duduk ditempat lain” Sena memandang Sam.
“Alasannya?”
“Banyak Murid Perempuan yang ingin duduk disampingmu”
“Lalu?”
“.....” Sena tidak menjawab pertanyaan Sam karena tanpa Sena menjawab pasti Sam akan tahu sebentar lagi.
Sena melepaskan lengan Sam dan beranjak dari tempat duduknya.Lalu keluar dari kelas.
Sam memandang punggung Sena yang semakin lama menghilang dari pandangan matanya.


Kini Sena berada di Perpustakaan sekolah sedang membaca buku biologi.Suasana Perpustakaan sekolah sangat sepi dan jarang sekali pengunjungnya,bahkan sekarang hanya ada 5 murid di perpustakaan padahal perpustakaan ini sangat luas dan dipenuhi buku-buku yang berkualitas.Inilah alasan kenapa perpustakaan menjadi tempat favorit Sena di sekolah. Sena selalu menghabiskan waktu di perpustakaan dan tidak pernah makan dikantin agar menghemat uang jajan nya dan selalu di sini saat bel istirahat.
Tiba-tiba..
“SENA!!” suara yang tidak asing di telinga Sena.
Pemilik suara itu pasti Bella,Wanita yang selalu membully-nya bahkan dulu Bella pernah mengguyur Sena dengan satu ember air penuh.
Kini semua murid pengunjung perpustakaan memperhatikan kearah Sena dan Bella.
“Ikut Aku!” Bella menarik lengan Sena dengan paksa agar Sena mau berdiri mengikutinya.
“Kau tidak lihat aku sedang sibuk?” Sena mengangkat tangannya yang sedang memegang buku.
“Cih,dasar kutu buku! Aku tidak perduli dengan kesibukkan mu,Ikut Aku!!” Bella menyentakkan tangan Sena,mau tidak mau Sena terdiri dan badannya sedikit terhuyung.



“Kita mau kemana? lepaskan tanganku sakit!” Sena terus di seret oleh Bella,Sena berusaha melepaskan cengkeraman tangan Bella namun Bella mencengkram nya terlalu kuat.Sena yakin bahwa tangannya memerah sekarang.
“Diam!Kau harus dapat pelajaran Kutu buku!!” Bella menyeret Sena kearah halaman belakang sekolah.
Bella mendorong badan Sena ke sebuah pohon,lalu dari belakang ternyata teman-teman Bella menunggu di sana.Mereka membantu Bella mengikat tubuh Sena di batang pohon tersebut.Sena meronta-meronta minta di lepaskan,namun apa daya Sena sendirian sedangkan Bella menyerangnya beramai-ramai.

“Hahaha,rasakan !”
“Makanya jangan kecentilan jadi perempuan,mau mendekati Sam ya?”
“Sam hanya cocok dengan Bella”
Teman-teman Bella memandang Sena sinis lalu meninggalkan Bella dan Sena berdua.
“Sudah kuputuskan Sam itu milikku,jadi jangan coba-coba mendekatinya sedikitpun” Bella bertolak pinggang dan memandang remeh Sena lalu beranjak meninggalkan Sena sendirian.
“Aku milikmu? Yang benar saja”Ternyata Sam ada dibelakang tubuh Bella.
“Ss-Sam” Bella menoleh kebelakang dan melihat Sam ada di belakangnya,Mata Bella membulat kaget sekaligus takut.
“Kau pikir Aku mau dengan Perempuan Physicho sepertimu hmm?” Sam menatap tajam sekaligus menatap jijik pada Bella.
“A-Aku ti-tidak –“
“Pergi sebelum Aku menamparmu”
Tanpa menjawab Bella lari pergi melewati Sam,ketika Bella berlari Sam menghalangi jalan Bella dengan merentangkan kakinya sehingga Bella tersungkur di dedaunan.
“Maaf kakiku pegal” Sam tersenyum namun bukan senyum manis yang dia tunjukkan tetapi senyum mengejek.
Bella pun berdiri,mukanya memerah tapi bukan karena tersipu melainkan marah dan merasa harga dirinya sudah di injak-injak oleh Pria yang kini menatapnya remeh.


Sam mendekat kearah Sena dan menatap Sena dengan mimik yang tidak dapat di baca.Sam beranjak ke balik pohon untuk melepaskan ikatan di tangan Sena.
“Terima kasih”suara Sena terdengar serak, Sena sangat ketakutan tadi saat teman-teman Bella mengikatnya namun Sena berusaha untuk tidak menangis.
“Lalu apa imbalannya?”
“Imbalan?” Sena mengerutkan alisnya menandakan dia tidak mengerti ucapan Sam.
“Aku sudah menyelamatkanmu,berikan Aku imbalan” Sam memasukkan telapak tangannya ke saku celananya
“Aku tidak punya uang untuk membayar mu,maafkan Aku” Sena menundukkan kepalanya.
“ Soal itu Aku sudah tahu,Kau bergumam tentang perjalanan sekolah di papan pengumuman koridor sekolah”
Sena menegakkan kepalanya karena mendengarkan ucapan Sam,bagaimana pria itu bisa tahu soal itu.
“Aku berada di belakangmu waktu itu” Sam berkata dengan nada santai.
Sena mengernyitkan jidatnya, Lalu melebarkan matanya Sena mengingat wajah Sam waktu itu.
“Lalu kau mau imbalan apa?” Sena menatap Sam sedikit mendongak karena tubuh Sam yang tinggi.
“Jadilah Guru les ku Sena” Sam menatap Sena menunggu jawabannya.
“Aku tidak mau,yang lain saja” Sena menggelengkan kepalanya lalu menatap Sam.
“Aku akan membayar untuk jasamu mengajari ku ,Bagaimana?” Sam memasukkan telapak tangannya kedalam saku celananya.lalu Sam mencondongkan wajahnya ke depan wajah Sena.
Sena melebar kan matanya ketika wajah Sam sangat dekat dengan wajahnya.wajah Sam sangat rupawan garis hidungnya dan matanya terlihat sempurna menurut Sena.Mata Sena terasa terkunci tak mau kehilangan kesempatan melihat wajah Sam secara dekat.
“Jangan menatap wajahku terus ,cepat jawab”
Sena mengerjapkan matanya tersadar sedari tadi dia memperhatikan wajah Sam tanpa berkedip.
“Jangan terlalu dekat wajahku” Sena mendorong bahu Sam menjauh.
Sena berdehem menetralkan perasaannya lalu menyembunyikan wajahnya yang merah menahan malu karena Sam tahu kalau Sena menatapnya terlalu dalam.
“Akan kupikirkan soal itu” Sena pergi meninggal kan Sam sendirian.
Sam menatap punggung Sena yang beranjak pergi meninggalkan.lalu berkata
“Pikirkanlah sekarang juga,Kau bisa membayar biaya peringatan sekolah kita ke Amerika.Aku tak akan memberi kesempatan kedua” Suara Sam sangat tenang namun terselip nada mengiterupsi langkah Sena secara tidak langsung.
Sena menghentikan langkahnya,tawaran Sam sangat menggiurkan bagi Sena.Lagipula apa ada cara lain untuk Sena membayar biaya ke Amerika dalam jangka waktu 3 minggu sangat mustahil baginya.
“Berapa lama aku jadi Guru les mu?” Sena berbalik kearah Sam.
“Selama yang Aku mau” Jawab Sam enteng.
“Ck,Pria ini sangat semau nya saja”Kata Sena dalam hati.
“Baiklah,Sehabis pulang sekolah jam 12 siang sampai jam 3 sore.” Kata Sena sambil melihat jam berwarna soft pink miliknya.
“Kenapa tidak dari jam 2.30 siang sampai 4.30 sore ? Aku butuh isturahat dulu sehabis pulang sekolah” Ekspresi Sam terlihat keberatan dengan jam les yang ditentukan Sena.
“Jam 3.30 sore Aku bekerja di Toko Kue.Aku tidak bisa Sam!” Sena mengerucutkan bibirnya kesal.
“Ck Apa boleh buat baiklah,Besok akan kuberikan gajimu untuk satu bulan  jadi kau bisa langsung membayar pada sekolah” Kata Sam lalu merapikan jas sekolahnya .
“Aku pulang dulu,Kau hati-hati dijalan” Sam beranjak pergi meninggalkan Sena.
“..........” Sena hanya menatap punggung Sam yang meninggalkannya,
“Sam “ Suara Sena terdengar lembut memanggil nama Sam.
Sam menoleh kebelakang.
“Terima kasih” Sena tersenyum menatap Sam.
“......”Kali ini Sam yang terdiam.
“Terima kasih untuk menolongku dan terima kasih untuk bantuanmu tentang aku menjadi Guru les mu”
“Aku merasa menjadi Guru les mu itu bukan balas budi melainkan menolongku” Sena menatap kearah bawah dan menendang pelan kerikil di dekat kakinya.
“Aku mau mentraktir mu beberapa potong kue di toko” Sena menatap Sam kembali.
“......” Sam tidak menjawab pertanyaan Sena.
Sam hanya menatap Sena dengan tatapan khasnya Tajam namun tatapan tidak Sinis seperti awal pertemuan pertama mereka di depan papan pengunguman waktu itu hingga Sena ketakutan.melainkan tatapan tajam yang membuat kepala Sena pening.
“Ka-kalau tidak mau Aku tidak memaksamu” Sena kelabakan ditatap seperti itu oleh Sam.
“Aku pergi“ Sena melangkahkan kakinya meninggalkan Sam.
“.....” Sam masih tidak menjawab.
Sam menghampiri Sena lalu meraih dan menggenggam telapak tangan Sena erat. Sena membelalakkan matanya.
“Kau harus membelikan ku Cheesecake yang enak”  Sam menengadahkan kepalanya menatap kearah jalanan.
Sena masih membelalakkan matanya lalu menatap Sam, Sena berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Sam. Sam menoleh kearah Sena lalu mengendikkan bahunya dan mengangkat kedua tangannya.
Ekspresi Sam seperti mengatakan “Lihat Aku tidak menyentuhmu kan?”.
Sena mendengus sebal,lalu berjalan mendahului Sam yang berada disampingnya.
Sam tersenyum geli melihat kelakuan Sena yang seperti anak kecil.

To be continue.

Kasih aku saran ya :)




   







Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kritik dan Saran :)