Sabtu, 13 September 2014
Protect My Love 2-Cerpen Series
“Bagaimana rasanya enak?” Sena menatap Sam yang sedang mengunyah Cheesecake.
“Enak dan komposisi kejunya sempurna.” Sam menjelaskan apa yang ia rasa pada Cheesecake itu.
“Syukurlah,kalau Kau suka Cheesecakenya.” Sena tersenyum manis.
“Kalau kau sudah selesai makan segera pulang,Aku harus tetap disini untuk menunggu waktu kerja.” Sena menopang dagunya dengan telapak tangannya,
“Kau tidak lelah? Pulang lah dulu dan istirahat sebentar.”
“ Itu pemborosan,kalau Aku pulang lagi pasti mengeluarkan biaya untuk transportasi.” Sena merebahkan kepalanya di meja.
“Aku yang akan membayar ongkos mu,Kau harus istirahat Sena! Jangan keras kepala !”Suara Sam mulai meninggi dan terdengar marah.
“Tunggu sebentar! marah? Apa alasan Sam marah pada ku ?“Dalam hati Sena keheranan.
“Kenapa Kau jadi marah Sam ?“ Sena mengankat kepalanya dari atas meja dan menatap Sam keheranan.
“Aku tidak marah.Aku hanya menasihatimu agar Kau tidak sakit karena jika Kau sakit Aku akan kehilangan hari les-ku” Jawab Sam.
“Ck,Jadi hanya karena itu? Aku bukan tipe orang yang cepat sakit jadi tenang saja.”
“Tapi tetap saja kau pasti akan sakit juga,bagaimana kalau kau ke rumahku ? dari sini hanya jalan kaki selama 10 menit.” Sam menatap Sena mencoba memberikan solusi.
“10 menit dari sini?Jadi kau sudah pernah kesini?.” Sena mengerutkan dahinya.
“Ya,Setiap hari.Kau yang melayaniku setiap Aku membeli kue.bodoh!” Sam menjitak kepala Sena.
“Aww,jangan menjitakku seperti itu Sam!” Sena hendak memukul kepala Sam balik namun Sam langsung menghindar.
“Ayo ke rumah ku dan kau bisa tidur disana,Aku juga sudah ingin tidur sama seperti mu.” Ucap Sam lalu meneguk orange juice di meja.
“Apa!Aku tidak mau tidur bersamamu!.” Sena melipat kedua tangannya untuk melindungi tubuhnya.
“Kau pikir aku akan tertarik dengan tubuh seperti papan setrika an sepertimu?itu terlalu mustahil!” Sam tidak terima akan tuduhan Sena.
“Lalu?Apa maksudmu.”
“Ck.Kau tidur di kamar tamu dan Aku tidur di kamar ku sendiri”. Sam mendecakkan lidahnya kesal.
“Maaf ku kira...”
“Kau kira apa?”
“.....” Sena diam tidak menjawab.ini terlalu memalukan untuk diungkapkan.
“Ya sudah ayo.”
__________________________________________________________________________
Sena dan Sam tiba di depan rumah Sam. Rumah Sam bergaya minimalis dan halaman ditumbuhi pohon-pohon kecil dan bunga seperti mawar,anggrek dan melati.
Namun ada satu tanaman yang menarik perhatian Sena.sebuah pohon kaktus berukuran sedang yang tertanam di situ.
“Ada apa?” Sam bertanya pada Sena.
“.....” Sena tidak menggubris pertanyaan Sam.
Kaktus itu terlihat sangat familiar.Kata Sena dalam hati.
“Tidak.” Sena menggelengkan kepalanya.
“Minumlah.” Sam menyodorkan jus jeruk kehadapan Sena.
“Kamar tamunya disana.” Sam menunjuk pintu kayu jati berwana coklat sisi kiri ruangan.
“Aku mengantuk,Aku keatas dulu kamarku disana.”
“Dimana orang tuamu?Aku harus izin dulu pada Ayah atau Ibumu.” Sena menatap Sam.
“Tidak perlu,Mereka tidak ada dirumah.”
“Oh,Mereka sedang pergi?” Tanya Sena.
“Ayah dan Ibuku sudah meninggal sejak umurku 7 tahun.” Sam tersenyum miris.
Sena memandang Sam simpati, Sena merasakan kesedihan Sam karena Sena juga tidak mempunyai orang tua sejak kecil sama seperti Sam.
“Jangan menatap ku seperti itu Sena.” Sam merasa risih dengan tatapan Sena.
“Aku sama sepertimu.” Sena menundukkan kepalanya.
“Kamu lebih beruntung daripada Aku, Kau masih diberi kesempatan 7 tahun untuk melihat Orang Tuang mu dan merasakan bersama Mereka.sedangkan Aku tidak mempunyai kesempatan bahkan seharipun melihat dan bersama Orang tuaku.Ayah ku meninggal saat Ibuku mengandung dan Ibuku meninggal saat melahirkanku.lalu Aku diasuh oleh Nenekku namun 1 tahun yang lalu Ia meninggal.Meninggalkan Ku sendiri,Kenapa Nenekku tidak mengajak Aku saja pergi meninggal kan dunia ini saja.” Sena meneteskan air matanya dan suaranya terdengar bergetar.
Sam terdiam,pasti Sena merasakan beban mental yang berat dan Sam sekarang tahu inilah alasan Sena menjadi orang yang sangat tertutup.
“Jangan menangis.” Sam membelai rambut Sena lembut mencoba menenangkan gadis di hadapannya.
“Aku akan melindungimu.” Sam menekuk lututnya dan mensejajarkan wajahnya dengan wajah Sena.
Sam memeluk Sena mencoba menyalurkan perasaan ingin melindungi diri Sena.pelukan yang sangat tulus untuk Sena
Sena tidak meronta minta dilepaskan kali ini, Sena merasa lelah berdiri tegar sendirian selama ini.ketika Sam memeluknya Sena merasa ada yang berdiri disampingnya.
Sam melepaskan pelukkan pada tubuh Sena,lalu menatap Sena.
“Istirahatlah di kamar karena Kamu harus bekerja nanti.berusahalah agar tidak sakit.”
“Terima kasih.”Sena tersenyum manis walaupun matanya masih memerah karena menangis.
Sam menatap Sena sebentar lalu melangkahkan kakinya ke anak tangga menuju kamarnya di lantai atas.
Sena berjalan kearah pintu kamar tamu rumah Sam,namun langkahnya terhenti ketika melihat beberapa figura yang berisi Foto Sam yang terletak diatas meja marmer putih.
Sena melihat foto Sam yang sedang berfoto dengan kakek dan neneknya yang ada di Amerika,ada juga foto Sam yang berfoto dekat Patung Liberti.namun ada sebuah figura foto yang sangat menarik perhatian Sena yaitu foto Sam saat kecil bersama orang tuanya. Sena mengerutkan dahinya mencoba fokus pada sosok Sam kecil yang ada di foto. Sena memutuskan mengambil figura tersebut lalu melepaskan kacamata tebalnya. Sena makin mengerutkan keningnya mengingat sesuatu.
FLASHBACK
“Dasar Anak yang tidak punya orang tua!.”Segerombolan anak kecil mengerubungi Sena kecil.
“Ayahmu meninggal dan Ibumu meninggal saat Orang tuamu meninggal saat melahirkanmu.benar-benar anak pembawa sial!.”
“Aku bukan pembawa sial!.” Sena berteriak lalu menangis.
“Pembawa sial tetap saja pembawa sial.”
Tiba-tiba ada yang menarik tangan Sena lalu menyembunyikan Sena di belakang tubuhnya.
“Jangan ganggu dia!pergi!” Anak Laki-laki itu berteriak keras mencoba untuk mengusir Mereka.
“Atau Akan kupukul kalian!” Anak Laki-laki itu mengepalkan tangannya dan mengambil ancan-ancang untuk berkelahi.
“Ayo kita pergi dari sini!” gerombolan Anak-anak nakal itu pergi tunggang-langgang.
Anak laki-laki itu mengangkat satu sisi bibirnya membentuk senyuman sinis.
“Mereka sudah pergi.”
Sena kecil menongolkan kepalanya dari belakang tubuh Anak Laki-laki tersebut lalu melangkah kehadapan Anak Laki-laki tersebut.
“Terimakasih atas bantuanmu.”
“Sama-sama.Siapa namamu?”Tanya Anak Laki-laki tersebut.
“Namaku Sena Lumira.panggil saja Aku Sena.”
Anak Laki-laki itu melirik kearah jam nya yang berbentuk kepala Iron Man.
“Ya tuhan,Aku akan terlambat!”
“Besok kita bertemu ditaman ini lagi ya.”
“Baiklah.” Sena tersenyum.
Anak laki-laki itu bergegas melangkah pergi.namun Sena memanggilnya lagi.
“Tunggu jangan pergi dulu! Siapa namamu?”
“Sam.namaku Sam.”
Flashback End
Sena menutup mulutnya yang terbuka dan matanya hampir meloncat keluar.lalu meletakkan Figura tersebut di atas meja marmer.
“Ternyata Anak Laki-laki itu Sam,kenapa Aku tidak mengenalinya dari awal.dasar bodoh!” Sena merutuki dirinya sendiri sambil memukul pelan kepalanya.
“Lebih baik Aku membuatkannya makanan di dapur untuknya lalu pergi kerja.” Sena berjalan kearah dapur lalu mulai memasak.
_________________________________________________________________________________
Sam terbangun dari tidurnya lalu kekamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Sam keluar dari kamar mandi lalu melihat kearah jam dindingnya yang berwarna Pure white.
“Sudah jam 3 sore.lebih baik aku membangunkannya mungkin saja Dia masih tertidur di kamar.”
Sam melangkahkan kakinya keluar kamar lalu menuruni tangga rumahnya.lalu melangkahkan kakinya menuju kamar tamu.
“Sena Kau masih tidur?” Sam mengetuk pintu kamar tersebut namun tidak ada jawaban.lalu Sam membuka pintunya,
“Kosong?” Sam mengedarkan pandangannya kepenjuru kamar.
“Mungkin dia sudah berangkat.” Sam menutup pintu kamar tersebut .
Sam berjalan kearah dapur untuk minum,ketika Sam membuka kulkas lalu matanya menangkap piring berisi Nasi goreng dan selembar note diatas meja.
Sam mengambil lembar note tersebut lalu membacanya.isinya “Maaf Aku pergi tanpa pamit padamu,Aku tidak mau membangunkanmu karena kulihat kau tertidur pulas.Aku sudah membuatkan mu Nasi goreng.makanlah itu.”
Sam tersenyum melihat note yang ditinggalkan Sena lalu duduk dikursi,memakan Nasi goreng buatan Sena dengan lahap,
To Be Continue..
Keep reading guys :) and please give me comment!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Kritik dan Saran :)