Protect My Love 3
_00_
“Past perfect tense adalah ungkapan dari aktivitas yang selesai sebelum aktivitas yang lain terjadi.” Sena menjelaskan materi Bahasa inggris pada Sam.
“Hmm” Sam hanya bergumam tanda mengerti.
“Example:My Parents had already eaten by the time i got home.”
“Mengerti kan?”
“Ya.”
“Coba kerjakan soal ini.” Sena menyodorkan buku tulis bersampul Dark Blue yang cukup tebal dan lumayan besar.buku itu khusus untuk menulis latihan-latihan soal buat Sam.
Sena sengaja memasangkan buku tersebut dengan sampul warna Dark Blue.karena hampir semua barang yang dipakai Sam itu berwarna Dark Blue.
Sam mengerjakan soal bahasa inggris yang diberikan Sena dengan serius.
Sena meneliti wajah Sam yang sedang serius, Sena baru menyadari kalau wajah Sam hampir tidak berubah saat Sam umur 7 tahun.ekspresi wajahnya dan matanya sama sekali tidak berubah hanya Sam bertambah keren dan semakin tampan.
Sena melemparkan pandangannya keluar jendela menatap kaktus yang tertatanam dalam pot besar,ya Sena sekarang Sena berada di rumah Sam.alasannya adalah tempat kerjanya letaknya dekat dengan rumah Sam.
Flashback
“Hadiah untuk mu.”tangan kecil Sena menggenggam sebuah pot tumbuhan kaktus.
“Untuk apa? Aku tidak ulang tahun hari ini.” Sam kecil menggaruk kepalanya kebingungan.
“Anggap saja ini rasa terima kasih ku padamu karena telah menolong ku kemarin.”
“Ah,tidak usah. Aku tulus menolongmu Sena.”
“Kumohon terima kaktus ini, Aku ingin kau merawat kaktus ini sampai tumbuh besar.”
Sam mengambil pot tersebut dari tangan Sena.lalu menatap tumbuhan kaktus tersebut.
“Tumbuhan yang lucu.” Sam kecil menatap antusias pada kaktus tersebut.
“Terima kasih Sena.” Sam tersenyum,lesung pipinya tercetak jelas membuatnya terlihat manis.
“Sama-sama,Ayo kita main sama-sama disana!” Sena menunjuk ayunan di taman seberang.
“Hmm!” Sam menganggukkan kepalanya.
Flashback End
Memikirkan itu membuat Sena tersenyum sendiri sehingga mengundang perhatian Sam.
“Kau gila? Tidak ada yang lucu disini.” Sam mengangkat sebelah alisnya dan memandang Sena heran.
“Enak saja,Aku tidak gila!” Sena memukul lengan Sam.
“Sakit!” Sam mengusap lengannya pelan.
“Itu pembalasanku,karena Kau telah menjitakku waktu itu!”
“Ternyata Kau tipe pendendam.” Sam tersenyum meledek.
Sena memutar kesal kedua bola matanya, Sam benar-benar menyebalkan.
“Cepat selesaikan soalnya, Aku ingin berbicara denganmu.” Sena berbicara pada Sam namun mata Sena tertuju pada buku paket bahasa inggris yang dipegangnya.
“....” Sam menoleh kearah Sena namun langsung menaruh kembali perhatiaannya pada buku soalnya. Sam cepat-cepat menyelesaikan soalnya karena Sam penasaran apa yang dibicarakan Sena.
Sena dan Sam sekarang berada di teras rumah Sam lebih tepatnya didepan tumbuhan kaktus milik Sam.
“Kaktus ini-” Omongan Sena terpotong.
“Ya,itu dari kau.” Sam memasukkan tangannya kedalam saku celananya.
“Kau mengenaliku? Sejak kapan?”
“Sejak bertemu denganmu pertama kali di sekolah.Kau menjatuhkan buku diari mu.” Sam mengeluarkan buku kecil berwarna Soft lavender dari saku dalam jaketnya.
“Ka-kau membaca tulisanku!” Sena mengambil dari tangan Sam.
“Masih untung tidak hilang! Kau ini benar-benar..”
Pipi Sena merona merah menahan malu.bagaimana jika Sam membaca diari nya? Pasti Sam akan mengejeknya.
“Aku hanya melihat foto masa kecilmu di halaman paling depan jadi tenang saja.dan juga karena foto itu aku bisa mengenalimu.” Sam menjawab dengan tepat seakan dapat membaca pikiran Sena.
“Bagaimana persiapanmu untuk besok berangkat ke Amerika sudah selesai Packing ?” Sam menatap kearah Sena
“Aku tinggal hanya membeli snack.”
“Kau tahu di list acara tercantum dansa berpasangan?”
“Ya,Aku akan tetap tinggal di kamar hotel sampai acara itu selesai.”
“Kenapa?”
“Aku tidak punya pasangan untuk dansa dan lagi pula aku tidak punya Dress untuk pesta.”
“Hmm.Kau mau berdansa dengan ku disana?” Sam menatap kearah mata Sena.
“Ti-tidak mau, Aku kan sudah bilang Aku tidak punya Dress untuk dansa.” Sena gelagapan ditatap Sam seperti itu.
“Jadi hanya itu?ikut Aku!” Sam menarik lengan Sena menuju mobil lamborgini hitam miliknya.
Sena mencoba melepaskan tangannya dari genggaman Sam,namun usahanya nihil.memang dimanapun wanita selalu kalah dalam soal tenaga.
__________________________________________________________________________-
Sam sedang menyetir dan fokus pada jalan raya sedangkan Sena sedang cemberut disamping Sam yang menyetir.
“Kau kenapa?” Sam berbicara namun matanya tetap fokus pada jalan.
“Kenapa?! Kau bilang ”kenapa?” Kau menyeretku paksa kedalam mobilmu!” Muka Sena memerah karena marah.
“Jangan berisik.Aku sedang menyetir.”
Sena memilih diam dan menolehkan wajahnya keluar jendela.
To be continue.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Kritik dan Saran :)