Selasa, 04 November 2014

Cerbung:Missing Pieces (Bagian yang hilang) Part 2 END.


Dress hijau tosca selutut itu melekat sempurna di tubuh Alika,jangan membayangkan dress seksi seperti di film.walaupun Alika seorang desainer namun desain yang terbuka sana-sini menurutnya adalah kegagalan dalam bidang fashion.Kalung mutiara putih bertengger manis di lehernya dan rambutnya Ia biarkan terurai.
Alika memasuki mobil kesayangannya BMW Z4 Roadster hitam.biasanya Alika yang mengendarai mobilnya sendiri namun kali ini Ia ditemani supir.
Selama diperjalan Alika memandang keluar jendela mobil,berbagai pikiran mengusiknya. Alika berpikir bagaimana kalau Ia mengajak Pria yang di jodohkannya itu kerja sama agar menolak perjodohan bodoh ini,”itu ide yang sangat bagus” pikirnya.
Tanpa terasa sudah 40 menit berlalu dan akhirnya Alika sampai di tempat birthday party. Ya calon suami Alika hari ini berulang tahun. Alika mengeluarkan kado dari tas tangannya yang Ayahnya siapkan untuk calon suaminya itu. Alika terlalu malas menyiapkan kado itu.Toh,Ia sendiri tidak mengenal calon suaminya sendiri.Ia tidak tahu apa kesukaan Pria itu dan apa yang dibencinya,Ayahnya lebih tau soal Pria itu ketimbang Ia yang notabennya calon istrinya sendiri.
Gedung megah itu di dominasi warna putih dan rangkaian mawar-mawar putih. Alika sejenak agak terkesima dengan dekorasi ruangan ini.selera yang cukup bagus,pikirnya.
Alika menolehkan kepalanya kesana-kemari mencari orang yang akan menjadi suaminya itu. bahkan Ia tidak mengetahui namanya karena undangannya hilang entah dimana dan bagaimana rupa wajah pria itu. Rasa sesal menyelimuti dirinya. Kenapa Ia tak meminta foto pria itu.
Akhirnya Alika memutuskan duduk dikursi yang ada di sampingnya,menunggu yang orang yang berulang tahun itu muncul.
“Untuk tamu yang bernama Alika Farahmi,tolong naik kepanggung.” Tiba-tiba MC tersebut memanggil nama Alika.
Alika tersentak kaget saat namanya disebut oleh MC didepan. Dengan langkah ragu-ragu Alika maju kedepan.
“Kau yang bernama Alika?”
“Ya”
“Wah ternyata sangat cantik.Kau tahu kenapa Kau berdiri disini?”
Alika menaikkan satu alisnya menandakan Ia tidak mengerti maksud si MC tersebut.
Tiba-tiba lampu di seluruh gedung itu mati,tak lama lampu menyala lagi.
Alika tercengang di ruangan tersebut tidak ada orang sama sekali bahkan MC yang disampingnya sudah tidak ada.
Alika merasakan pundaknya di sentuh oleh seseorang. Alika menolehkan kepalanya kearah belakang.
Jantungnya terasa seperti akan terlepas,lidahnya seakan kelu.
“Ke-kelvin?”
Pria itu hanya memasang ekspresi biasa dan terkesan datar namun matanya menatap tajam Alika.
“Per-pergi dari hadapanku!”
“Gedung ini milikku,kenapa Aku harus pergi dari sini?” bukannya pergi Kelvin malah semakin melangkah mendekati Alika yang terus saja melangkah mundur.
Habis sudah riwayat Alika,kini Ia tidak bisa bergerak mundur lagi. Tubuhnya sudah tersudut di tembok marmer putih tersebut.
“Aku membencimu! Enyah dari hadapan ku!” kini Alika malah berteriak di wajah Kelvin.
Tiba-tiba Kelvin merengkuh tubuh Alika kedalam pelukannya.
“Lepas!jangan menyentuh ku!” Alika berontak didalam pelukkan Kelvin.
Alika berhenti memberontak saat merasakan ada yang membasahi bahunya. Ya itu air mata Kelvin.
Alika ingin membalikkan tubuhnya untuk memastikan apa benar Kelvin menangis namun Kelvin menahan tubuh Alika agar tidak kemana-mana. Kelvin tidak mau Alika melihat sisi lemahnya,Ia selalu ingin terlihat perfect di hadapan wanita yang dicintainya siapa lagi kalau bukan Alika.
“Maafkan Aku telah meninggalkanmu,Tapi bukan tanpa alasan Aku meninggalkanmu dan maafkan Aku yang sudah membuatmu terluka dan menangis.Kumohon jangan membenciku.Aku tak bisa tahan dengan itu.” Setelah itu Kelvin melepaskan pelukkannya di tubuh Alika.
“Kenapa Kau meninggalkan ku ! apa alasanmu?” Kini Alika menatap tajam Kelvin.
“Radang otak, Aku menderita radang otak waktu itu.itu sebabnya Aku keluar negri untuk mendapatkan pengobatan yang lebih baik.” Kelvin menatap kearah lain,Ia tidak mau terlibat kontak mata dengan Alika ketika berbicara tentang kelemahannya.
“Kenapa Kau tidak memberi tahu ku! Kau menganggapku mencintaimu karena fisikmu saja?! Aku sangat menyayangimu ! kelebihan dan kekuranganmu juga bagian dari diriku.” Alika terisak pelan. Ia pikir pasti Kelvin meragukan perasaannya selama ini.
Kelvin tercengang tak menyangka kata-kata yang keluar dari mulut gadis itu membuatnya mengerti pasti bahwa gadis itu sangat terluka.
“Karena kau begitu tulus menyayangimu membuatku mengurungkan niat ku untuk bercerita padamu.jika nyawaku tidak terselamatkan karena penyakit sialan itu pasti membuatmu sangat sedih! Aku tak bisa membiarkan gadis yang kusayangi lebih terluka.” Kelvin mengelap Air mata Alika dengan jarinya.
Kali ini Alika yang tercengang mendengar penuturan Kelvin,selama ini Ia menganggap Kelvin sebagai Pria paling brengsek karena meninggalkannya tanpa penjelasan sedikitpun yang sangat membuatnya terluka.
Kelvin menatap Alika yang terdiam, lalu Kelvin mulai berlutut di depan Alika.
Kelvin merogoh saku jasnya lalu menggengam kotak cincin kemudian membukanya. Tampak cicin berlian bertahtakan batu emerald hijau di dalamnya.


“Will you marry me? I promised to make you always happiness and still beside you until Iam dead.”
Alika melebarkan matanya lalu menutup mulutnya yang terbuka dengan tangannya.
“Yes, I do. Please keep you’re promise.” Alika kembali terisak pelan namun kali ini tangisan bahagia.
“Kenapa Kau senang sekali menangis,huh?”
Alika hanya tersenyum malu. Mungkin title cengeng cocok untuknya.
Tiba-tiba para tamu tadi memasuki ruangan dan bertepuk tangan dengan riuhnya. Disudut sana orang tua Alika dan Kelvin tersenyum bahagia melihat mereka berdua.
Kelvin merangkul pinggang Alika. Mereka saling menatap satu sama lain lalu saling melemparkan senyuman

-END-.








“Mungkin menunggu menurut sebagian orang adalah hal yang sia-sia namun bagiku menunggu itu adalah fase yang harus dilewati demi mendapatkan hal yang terbaik”-Alika Farahmi.

"Memilikimu adalah hal yang terindah dalam hidupku."-Kelvin Sanan



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kritik dan Saran :)